Jumat, 10 Oktober 2014

Geografi Pariwisata

   
Wisata Bali
A
.
Pengertian Pariwisata
Pariwisata berarti kegiatan perjalanan seseorang atau serombongan orang dari tempat tinggal asalnya ke suatu tempat di kota lain atau di negara lain dalam jangka waktu tertentu (Karyono, 1997:15).
Istilah pariwisata berhubungan erat dengan pengertian perjalanan wisata, yaitu suatu perubahan tempat tinggal sementara seseorang diluar tempat tinggalnya karena suatu alasan dan bukan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan upah (Wiwoho, 1993:24).
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa perjalanan wisata merupakan suatu perjalanan yang dilakukan oleh seorang atau lebih dengan tujuan antara lain untuk mendapatkan kenikmatan dan memenuhi hasrat ingin mengetahui sesuatu. Dapat juga karena kepentingan yang berhubungan dengan olah raga untuk kesehatan, konfensi, keagamaan, dan keperluan usaha yang lainnya.
Menurut A.J. Burkart dan S. Medlik (2007:15), pariwisata berarti perpindahan orang untuk sementara (dan) dalam jangka waktu pendek ke tujuan-tujuan di luar tempat dimana mereka biasanya hidup dan bekerja, dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal ditempat-tempat tujuan tersebut (Soekadijo dalam Kurniawan 2011:7).
Menurut Prof. Hunzieker dan Prof. K. Krapf, pariwisata dapat didefinisikan sebagai keseluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat, dengan syarat bahwa mereka tidak tinggal disitu untuk melakukan suatu pekerjaan yang penting yang memberikan keuntungan yang bersifat permanen maupun sementara (Soekadijo dalam Kurniawan, 2011:8)

Kegiatan kepariwisataan merupakan kegiatan yang melibatkan berbagai kepentingan (multi sektoral) dan erat hubungannya dengan perkembangan ekonomi global. Disamping itu kepariwisataan merupakan kegiatan yang mengandalkan pemanfaatan potensi sumber daya alam binaan yang ada pada masing-masing objek dan daya tarik wisata dengan tetap berpedoman pada keseimbangan dan pelestarian (tanpa merusak potensi alam yang dimiliki) seperti yang tercantum dalam UU No. 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan.
Beberapa istilah yang berhubungan dengan kepariwisataan antara lain :
1.    Wisata adalah kegiatan perjalanan yang bersifat sementara waktu untuk menikmati objek atau daya tarik wisata.
2.    Wisatawan adalah orang yang melakukan kegiatan wisata
3.    Kepariwisataan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan penyelenggaraan pariwisata.
4.    Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata serta usaha lain yang terkait dengan bidang tersebut.
5.    Objek dan daya tarik wisata adalah sesuatu yang menjadi sasaran wisata.
6.    Usaha pariwisata adalah kegiatan yang bertujuan menyelenggarakan jasa pariwisata atau menyediakan objek dan daya tarik wisata.
7.    Kawasan pariwisata adalah kawasan dengan luas tertentu yang di bangun atau disediakan untuk memenuhi kebutuhan pariwisata.

Dari uraian tersebut dapat kita ambil beberapa unsur yang terkandung dalam kepariwisataan, antara lain :
a)    Perjalanan itu dilakukan untuk sementara waktu.
b)   Perjalanan itu dilakukan dari tempat satu ke tempat lainnya.
c)    Perjalanan itu walau apapun bentuknya, harus selalu dikaitkan dengan pertamasyaan atau rekreasi.
d)   Orang yang melakukan perjalanan tidak mencari nafkah di tempat yang dikunjunginya dan semata-mata sebagai konsumen di tempat tersebut.
B.       Bentuk dan Jenis Pariwisata
Pariwisata  merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh manusia baik secara perorangan maupun kelompok di dalam wilayah negara sendiri atau di negara lain. Berdasarkan keadaan dan karakteristik daerah wisata, secara umum wisata dapat digolongkan menjadi dua, yaitu:
1.    Pariwisata Alam
Kegiatan pariwisata alam secara garis besar dapat dibedakan antara wisata perairan atau wisata bahari (berenang, snorkling, menyelam, berlayar, berselancar, memancing, berkano/berdayung dan lain-lain) dan wisata daratan serta dirgantara (lintas alam, pendakian gunung, penelusuran goa, berkemah, jalan santai/hiking, terbang layang).
2.    Pariwisata Budaya
Hal ini dimaksudkan dimana motivasi orang-orang untuk melakukan perjalanan disebabkan karena adanya daya tarik dari seni-budaya suatu tempat atau daerah. Objek kunjungan wisata ini ialah mengunjungi benda-benda kuno peninggalan nenek moyang dan mengambil bagian dalam suatu kegiatan kebudayaan tersebut ditempat yang dikunjunginya.
Berdasarkan letak geografisnya pariwisata dapat dibagi menjadi:
a)    Pariwisata lokal (Local Tourism), yaitu pariwisata yang lingkupnya sempit dan terbatas.
b)   Pariwisata Regional (Regional Tourism), yaitu pariwisata yang ruang lingkupnya lebih luas dari pada pariwisata lokal.
c)    Pariwisata Nasional (National Tourism), yaitu pariwisata yang lingkupnya dalam satu negara.
d)   Pariwisata Regional Internasional (Regional-International Tourism), yaitu kawasan pariwisata yang berkembang di kawasan internasional yang terbatas tetapi melewati dua batas atau lebih dalam kawasan tersebut.
e)    Pariwisata Internasional (International Tourism), yaitu suatu pariwisata yang lingkupnya dunia (Yoeti, 1996: 111-113).

Selain jenis-jenis pariwisata tersebut, wisata dapat dibedakan menurut maksud dan tujuannya, yaitu :
1.    Wisata Liburan (Holiday Tour)
Yaitu suatu perjalanan wisata yang diselenggarakan dan diikuti oleh anggotanya guna berlibur, bersenang dan menghibur diri.
2.    Wisata Pengenalan (Familiarization Tour)
Suatu perjalanan wisata yang dimaksudkan guna mengenal lebih lanjut bidang atau daerah yang mempunyai kaitan dengan pekerjaannya.
3.    Wisata Perburuan (Hunting Tour)
Yaitu suatu kunjungan wisata yang dimaksudkan untuk menyelenggarakan perburuan binatang yang diijinkan oleh penguasa atau pemerintah pusat.
4.    Wisata Pendidikan (Education Tour)
Yaitu suatu perjalanan yang dimaksudkan untuk memberikan gambaran, studi perbandingan ataupun pengetahuan mengenai bidang IPTEK yang dikunjunginya.
5.    Wisata Pengetahuan (Scientific Tour)
Yaitu suatu perjalanan wisata yang tujuan pokoknya adalah untuk memperoleh pengetahuan atau penyelidikan terhadap sesuatu bidang ilmu pengetahuan.
6.    Wisata Keagamaan (Pileimage Tour)
Yaitu perjalanan yang dimaksudkan untuk melakukan ibadah keagamaan.
7.    Wisata Kunjungan Khusus (Special Mission Tour)
Yaitu wisata yang dilakukan dengan tujuan khusus.
8.    Wisata Program Khusus (Special Programe Tour)
Yaitu perjalanan wisata yang dilakukan untuk mengisi kekosongan khusus.
C.      Objek Wisata
Dalam Undang-Undang No.9 tahun 1990 disebutkan bahwa objek wisata adalah  segala sesuatu yang menjadi sasaran wisata. Kegiatan wisata biasanya merupakan kegiatan yang bisa memberikan respon yang menyenangkan dan dapat memberikan kepuasan. Oleh karena itu, suatu objek wisata hendaknya dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, sehingga menimbulkan kesan yang mendalam.
Sedangkan menurut Chafid Fandeli (2001:58), objek wisata adalah perwujudan dari pada ciptaan manusia, tata hidup, seni budaya serta sejarah bangsa dan tempat atau keadaan alam yang mempunyai daya tarik untuk dikunjungi wisatawan. Sedangkan objek wisata alam adalah objek yang daya tariknya berdasarkan pada keindahan sumber daya alam dan tata lingkungannya.
D.      Pengembangan Pariwisata
Pengembangan potensi pariwisata mengandung makna upaya untuk lebih meningkatkan sumber daya yang dimiliki oleh suatu objek wisata dengan cara melakukan pembangunan unsur-unsur fisik maupun non fisik dari sistem pariwisata sehingga meningkatkan produktivitas. Dalam hal ini yang dimaksud produktivitas objek wisata berupa meningkatnya pendapatan daerah yang diperoleh dari kunjungan wisatawan yang masuk.
Yoeti (2007:33-34) menyimpulkan beberapa alasan mengapa bidang pariwisata perlu dikembangkan.Alasan tersebut antara lain : 1) pengembangan pariwisata pada suatu daerah tujuan wisata, baik secara lokal, regional atau ruang lingkup nasional pada suatu negara sangat erat kaitannya dengan pembangunan perekonomian daerah atau negara tersebut; 2) pengembangan pariwisata itu lebih banyak bersifat non ekonomis, adanya kegiatan kepariwisataan akan menimbulkan hasrat dan keinginan untuk memelihara semua aset wisata yang dimaksud; 3) pengembangan pariwisata digunakan untuk menghilangkan kepicikan berfikir, mengurangi salah pengertian, mengetahui tingkah laku orang lain terutama bagi masyarakat di mana proyek kepariwisataan dibangun.

Dalam pengembangan pariwisata perlu diketahui karakteristik kawasan yang akan diteliti. Untuk memahami karakteristik kawasan perlu dikaji topik kunci yang meliputi : lokasi, penduduk, lingkungan, tipe ekonomi dan  potensi wilayah (Suharyono, 1994:157).
1.    Lokasi
Lokasi dapat dibedakan antara lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolut suatu tempat atau suatu wilayah merupakan lokasi yang berkenaan dengan posisinya berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Lokasi relatif yaitu lokasi suatu tempat atau wilayah hubungannya dengan faktor alam atau faktor budaya.
2.    Penduduk
Penduduk dalam arti luas berarti sejumlah makhluk sejenis yang mendiami atau menduduki tempat tertentu. Penduduk yang dimaksudkan di sini adalah manusia yang tinggal di Kecamatan Ranuyoso Kabupaten Lumajang. Data penduduk yang perlu  diketahui dalam penelitian ini adalah: komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan.
3.    Tipe Ekonomi
Tipe ekonomi merupakan mekanisme yang dikembangkan penduduk suatu wilayah sebagai sarana untuk mencukupi kebutuhan akan barang dan jasa.
4.    Lingkungan Alami
Lingkungan diartikan sebagai kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan dan makhluk hidup termasuk didalamnya manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan yang dimaksud disini adalah lingkungan yang mempengaruhi pengembangan pariwisata yaitu: bentuk lahan, iklim, flora dan fauna.
5.    Potensi-potensi Wilayah
Potensi adalah kemampuan yang dimiliki oleh suatu wilayah untuk dapat berkembang.
Selain itu, dalam pengembangan pariwisata juga diperlukan strategi pengembangan pariwisata, adapun strategi pengembangan pariwisata bertujuan untuk mengembangkan produk dan pelayanan yang berkualitas, seimbang  dan bertahap. Beberapa kebijakan pengembangan pariwisata antara lain :
a.    Promosi, pelaksanaan upaya pemasaran dan promosi pariwisata harus dilaksanakan secara selaras dan terpadu, baik dalam negeri maupun luar negeri.
b.    Aksesibilitas, merupakan aspek penting yang mendukung pengembangan pariwisata, karena menyangkut lintas sektoral, dan kemudahan mencapai kawasan.
c.    Produk Wisata, upaya untuk menampilkan produk wisata yang bervariasi dan mempunyai daya saing yang tinggi.
d.   Kawasan Pariwisata, pengembangan kawasan pariwisata dimaksudkan untuk:
1)   Meningkatkan peran serta daerah dalam pengembangan pariwisata.
2)   Memperbesar dampak positif pembangunan.
3)   Mempermudah pengendalian terhadap dampak lingkungan.
e.    Sumber Daya Manusia, merupakan salah satu modal dasar pengembangan pariwisata, sumber daya manusia harus memiliki keahlian dan ketrampilan yang diperlukan untuk memberi jasa pelayanan pariwisata.
f.     Kampanye Nasional Sadar Wisata, upaya masyarakat untuk mempromosikan dan memperkenalkan jati diri dan karakteristik daerah dengan beberapa kelebihannya.
Untuk pengembangan kepariwisataan suatu daerah dikenal dengan “Sapta Pesona”. Sapta pesona atau yang dikenal dengan istilah K-7 merupakan tujuh hal yang harus disiapkan untuk menunjang kepariwisatan, tujuh hal tersebut yaitu: 1) keindahan; 2) kesejukan; 3) kebersihan; 4) kenyamanan; 5) keamanan; 6) keramahtamahan; 7) ketenangan.
Kegiatan pariwisata juga dikatakan sebagai kegiatan industri, karena di dalamnya terdapat berbagai aktivitas yang menghasilkan produk berupa barang dan jasa. Akan tetapi, makna industri dalam kepariwisataan bukan sebagaimana pengertian industri pada umumnya yaitu adanya pabrik yang penuh dengan asap. Untuk itu, hal-hal penting yang harus diperhatikan dalam industri kepariwisataan adalah adanya sistem yang menyeluruh dan terpadu tanpa pemisahan antara sistem pengembangan kepariwisataan yang ada.
E.       Unsur-Unsur  Pokok  Pengembangan  Pariwisata
Unsur pokok yang dapat menunjang pengembangan pariwisata di daerah tujuan wisata yang menyangkut perencanaan, pelaksanaan pembangunan dan pengembangannya meliputi:
1.    Atraksi
Atraksi merupakan pusat dari industri pariwisata.Menurut pengertiannya atraksi mampu menarik wisatawan yang ingin berkunjung (Spillane, 1994:63). Atraksi atau daya tarik dapat timbul dari keadaan alam (keindahan panorama, flora dan fauna, sifat kekhasan perairan air laut atau danau), objek buatan manusia (museum, katedral, masjid kuno, makam kuno dan sebagainya), ataupun unsur-unsur dan peristiwa budaya (kesenian, adat istiadat dan makanan).Atraksi atau daya tarik dalam penelitian ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu daya tarik utama dan daya tarik tambahan.


2.    Fasilitas Pelayanan
Walaupun atraksi menarik wisatawan dari rumah atau tempat tinggalnya, namun fasilitas dibutuhkan untuk melayani mereka dalam perjalanan. Fasilitas ini maksudnya memberikan pelayanan dan menyediakan sarana yang dibutuhkan para wisatawan, baik wisatawan asing maupun wisatawan domestik. Fasilitas dan pelayanan yang harus disediakan meliputi fasilitas pelayanan jasa untuk kebutuhan sehari-hari, untuk menginap, untuk tempat makan, untuk menjaga keamanan dan lain sebagainya yang menyangkut kebutuhan wisatawan.
3.    Aksesibilitas
Aksesibilitas merupakan kemudahan untuk mencapai suatu tempat ke tempat lain dalam satu wilayah. Aksesibilitas dalam penelitian ini menyangkut transportasi dan komunikasi-informasi. Transportasi ini sangat penting membantu para wisatawan, mengantar dari tempat asal atau tempat  penginapan ke objek wisata. Namun penggunaan transportasi ini tergantung jarak dan kebutuhan komunikasi antara tempat dimulainya suatu  kunjunngan ke objek wisata yang akan dikunjungi (Nyoman S. Pendit, 2006:21).
4.    Infrastruktur
Infrastruktur merupakan situasi yang mendukung fungsi fasilitas pelayanan,baik yang berupa sistem pengaturan maupun bangunan fisik diatas permukaan tanah maupun di bawah tanah.Penyediaan infrastruktur tersebut meliputi penyediaan saluran air bersih, pembangunan sarana transportasi seperti jalan dan terminal, penyediaan penerangan listrik, sistem komunikasi dan juga saluran pembuangan limbah.
5.    Akomodasi
Penyediaan akomodasi atau tempat menginap merupakan salah satu sarana yang penting bagi para wisatawan.Akomodasi merupakan rumah kedua bagi para wisatawan yang berkunjung ke objek wisata dengan tujuan untuk menginap.Fasilitas akomodasi menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi keberadaan suatu objek wisata.
F.       Faktor-Faktor Geografis Yang Mendukung Pengembangan Objek Wisata
1.    Lokasi
Lokasi dalam hal ini adalah objek wisata Segitiga Danau. Lokasi objek wisata yang baik adalah yang memenuhi kriteria sebagai daerah tujuan wisata yang baik adalah lokasinya jauh dari daerah industri, daerah pemukiman atau daerah lainnya yang tidak sesuai untuk pembangunan di masa yang akan datang. Lokasi yang jauh dari lokasi industri dan pemukiman dimaksud agar kehidupan flora dan fauna yang ada di dalam kawasan tersebut dapat hidup dengan bebas dari gangguan manusia, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang seperti dalam lingkungan yang alami. Selain faktor diatas lokasi juga mencakup jarak dan biaya, dalam kepariwisataan jarak dan biaya menjadi faktor yang menjadi bahan pertimbangan bagi wisatawan untuk mengunjungi sebuah objek wisata, jarak juga terkait dengan sarana prasarana seperti jalan dan alat transportasinya.
2.    Iklim
Iklim merupakan keadaan rata-rata cuaca dalam satu periode tertentu. Iklim pada suatu daerah tertentu akan berpengaruh terhadap aktivitas manusia, hewan dan juga terhadap keberadan tumbuh-tumbuhan. Dalam dunia kepariwisataan iklim akan berpengaruh terhadap tumbuhnya pengembangan pariwisata, iklim juga dapat menentukan persebaran kesesuaian objek wisata serta variasi budaya pakaian.
3.    Kondisi Tanah
Tanah dalam hal ini berkaitan erat dengan pengkajian tentang batuan dan struktur geologinya. Pengetahuan tentang batuan sangat penting, hal ini digunakan untuk mengetahui apakah batuan pada lokasi yang ditentukan mempunyai daya. Pengetahuan tentang tanah diperlukan untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap aktivitas manusia seperti kegiatan pertanian, dalam hal ini pertanian yang dapat menunjang kegiatan pariwisata seperti tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan.
4.    Kondisi Air
Ketersediaan air bersih merupakan sarana pokok/ mutlak penyediaan fasilitas umum pada daerah objek wisata. Selain sebagai sarana pelengkap fasilitas pada daerah objek wisata, kondisi air juga berpengaruh terhadap sektor pertanian penduduk setempat dan merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting.
G.      Tinjauan Geografis Terhadap Pengembangan Pariwisata
Proses pembangunan dan pengembangan objek wisata pada dasarnya adalah meningkatkan unsur-unsur dari pariwisata tersebut seperti daya tarik, aksesibilitas, fasilitas pelayanan, infrastruktur dan lain sebagainya.
Pengembangan kepariwisataan juga tidak lepas dari faktor-faktor geografi baik unsur fisik maupun non fisik (sosial, ekonomi, dan budaya). Masing-masing unsur tersebut dalam pengembangannya saling mempengaruhi satu sama lain (terjadi hubungan timbal balik). Sebagai contoh, iklim (curah hujan) menentukan pola pertanian di daerah yang bersangkutan, udara yang sejuk juga merupakan salah satu daya tarik objek wisata di samping objek wisata utamanya.
Kondisi tanah dan geologi juga berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata khususnya untuk pembangunan sarana fisik seperti hotel, restauran yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung tanah atau batuan untuk berdirinya sebuah bangunan. Contoh lain adalah kajian tentang kemiringan lereng, pada kondisi lahan yang mempunyai morfologi yang tinggi biasanya sering terjadi tanah longsor, kemiringan lereng juga dapat berpengaruh terhadap pola pertanian masyarakat sekitarnya, juga terkait dengan bentuk jalan yang bervariasi (banyak tikungan dan tanjakan) yang nantinya akan mempengaruhi aksesibilitas wilayah yang bersangkutan.

Kondisi hidrologi juga sangat berpengaruh terhadap pengembangan pariwisata seperti untuk pengembangan fasilitas infrastruktur ketersedian air untuk kebutuhan pariwisata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar