Jumat, 10 Oktober 2014

Geografi

 Pengertian Geografi
Pengertian geografi menurut hasil Semlok di Semarang tahun 1988 adalah geografi merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. Menurut Bintarto (1991) ruang lingkup geografi dibagi menjadi: 1) lingkup fisikal yang meliputi aspek topologi, aspek fisik, aspek biotis; dan 2) lingkup non fisikal yang meliputi aspek sosial, aspek ekonomi, aspek budaya.
Daldjoeni (2004:22) menyebutkan bahwa geografi mempunyai empat unsur sebagai berikut: 1) unsur fisik yang meliputi pantai, cuaca, iklim, relief, tanah, mineral, air, jalan; 2) unsur biotis yang meliputi tumbuhan, hewan, manusia,mikro organisme; 3) unsur teknis yang meliputi jaringan jalan, alat komunikasi, alat transportasi, perhotelan, rumah makan, pergudangan; dan 4) unsur abstrak yang meliputi bentuk, luas, lokasi, jarak, waktu.

Dari ruang lingkup geografi tersebut sebenarnya telah disebutkan faktor-faktor geografis, yaitu jenis-jenis di dalam faktor alam yang mempunyai pertalian langsung atau tidak langsung dengan kehidupan manusia dalam arti memberikan fasilitas kepadanya untuk menghuni permukaan bumi sebagai wilayah.
Daldjoeni (2004: 24) menyimpulkan bahwa faktor-faktor geografi fisik disuatu daerah yang mempengaruhi kehidupan adalah:
1.    Lokasi, lokasi suatu tempat dalam suatu wilayah adalah penting juga untuk relasi keruangan yang lain seperti posisi, jarak, luas, serta bentuk. iklim, menentukan hasil pertanian, daerah tropika yang baik untuk berbagai macam perkebunan menjadi rebutan kaum penjajah dimasa lampau, iklim ikut menentukan tata kerja sepanjang tahun.
2.    Bentuk relief, mempengaruhi pelaksanaan pengangkutan, perbedaan relief yang menonjol juga akan menyebabkan perbedaan suhu tahunan, keindahan tamasya dan pembuangan air (rawa, danau dan bendungan).
3.    Tipe tanah menentukan kesuburan wilayah, tanah berkapur melahirkan daerah dengan penduduk miskin dan kurang gizi. Tanah yang subur  mendasari kepadatan penduduk yang membawa berbagai masalah pula.
4.    Kontak dengan lautan yang penting.
5.    Jenis flora fauna, mempengaruhi kegiatan perekonomian manusia.
6.    Kondisi air menentukan dapat tidaknya wilayah dihuni dengan baik sehingga merupakan kunci bagi lahirnya peradaban manusia.
7.    Sumber-sumber mineral mempengaruhi dan mendorong perdagangan.

Menurut Bintarto dan Surostopo Hadisumarno (1991:12) dalam bukunya “Metode Analisis Geografi”, mereka menyebutkan tiga pendekatan atau analisis yang di gunakan dalam mempelajari geografi yaitu: 1) pendekatan keruangan; 2) pendekatan kompleks wilayah; dan 3) pendekatan ekologi.
a)    Pendekatan Keruangan
Pendekatan keruangan   atau analisis keruangan mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting atau seri sifat-sifat penting. Dengan kata lain dapat diutarakan bahwa dalam analisis keruangan yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang telah ada dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan.
b)   Pendekatan Kompleks Wilayah
Kombinasi antara analisis keruangan dan analis ekologi merupakan analisis kompleks wilayah. Pada analisis ini wilayah-wilayah tertentu didekati atau dihampiri dengan pengertian areal differentiation, yaitu suatu anggapan bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya suatu wilayah berbeda dengan wilayah yang lain. Dalam pendekatan ini perlu diperhatikan pula mengenai penyebaran fenomena tertentu (analisis keruangan) dan interaksi antar variabel manusia dengan lingkungannya untuk kemudian dipelajari kaitannya (analisis ekologi).
c)    Pendekatan  Ekologi
Ekologi  merupakan studi mengenai hubungan antara organisme hidup dengan lingkungannya. Pendekatan ekologi dapat digambarkan sebagai hubungan timbal balik antara organisme dengan lingkungannnya.
Pendekatan ekologi yang dipakai dalam kajian geografi  berbeda dengan pendekatan ekologi yang dipakai dalam kajian ilmu biologi, hal ini karena fokus kajian geografi bersifat human oriented, dengan demikian interelasi antara manusia/kegiatan dengan lingkungannya menjadi topik utama dalam ilmu geografi. Berdasarkan inventarisasi penelitian yang ada dapat dipahami bahwa pendekatan ekologi dalam geografi mempunyai empat tema analisis yaitu:
1)   Human Behaviour-Environment Analysis
Temaanalisis ini mempunyai fokus kajian pada perilaku manusia terhadap lingkungannya.
2)   Phsyco Artificial Features-Environment Analysis
Tema analisis ini menekankan pada lingkungan fisikal yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas manusia (hasil budaya manusia) dengan lingkungannya.Dinamika yang terdapat dalam lingkungan sosial dapat menimbulkan perubahan gagasan manusia sehingga dapat menimbulkan penyesuaian dan pembaharuan sikap dan tindakan terhadap lingkungan tempat manusia itu hidup.
3)   Human Activity-Environment Analysis
Tema analisis ini fokus kajiannya terletak pada kegiatan manusia hubungannya dengan lingkungan sekitar kehidupan manusia.
4)   Phsyco Natural Features-Environment Analysis
Tema analisis ini menekankan pada keterkaitan antara kenampakan-kenampakan fisikal alami dengan elemen-elemen lingkungnnya.

Di sisi lain lingkungan fisikal tempat manusia tinggal dapat mengalami perubahan bentuk dan fungsi yang disebabkan oleh campur tangan manusia (Sabari, 2004:9).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar