Pengertian Geografi
Pengertian geografi menurut hasil Semlok di Semarang tahun 1988 adalah geografi
merupakan ilmu yang mempelajari persamaan dan perbedaan fenomena geosfer dengan
sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan. Menurut
Bintarto (1991) ruang lingkup geografi dibagi menjadi: 1) lingkup fisikal yang
meliputi aspek topologi, aspek fisik, aspek
biotis; dan 2) lingkup
non fisikal yang meliputi aspek sosial, aspek ekonomi, aspek budaya.
Daldjoeni
(2004:22) menyebutkan
bahwa geografi mempunyai empat
unsur sebagai berikut: 1) unsur
fisik yang meliputi
pantai, cuaca, iklim, relief, tanah, mineral, air, jalan; 2) unsur biotis yang meliputi
tumbuhan, hewan, manusia,mikro organisme; 3) unsur teknis yang meliputi jaringan jalan, alat komunikasi, alat
transportasi, perhotelan, rumah makan, pergudangan; dan 4) unsur
abstrak yang meliputi bentuk, luas, lokasi, jarak, waktu.
Dari ruang lingkup geografi tersebut sebenarnya telah disebutkan
faktor-faktor geografis, yaitu jenis-jenis di dalam faktor alam yang mempunyai
pertalian langsung atau tidak langsung dengan kehidupan manusia dalam arti
memberikan fasilitas kepadanya untuk menghuni permukaan bumi sebagai wilayah.
Daldjoeni
(2004: 24) menyimpulkan bahwa faktor-faktor
geografi fisik disuatu daerah yang mempengaruhi kehidupan adalah:
1.
Lokasi, lokasi suatu tempat
dalam suatu wilayah adalah penting juga untuk relasi keruangan yang lain
seperti posisi, jarak, luas, serta bentuk. iklim, menentukan hasil pertanian, daerah
tropika yang baik untuk berbagai macam perkebunan menjadi rebutan kaum penjajah
dimasa lampau, iklim ikut menentukan tata kerja sepanjang tahun.
2.
Bentuk relief, mempengaruhi
pelaksanaan pengangkutan, perbedaan relief yang menonjol juga akan menyebabkan
perbedaan suhu tahunan, keindahan tamasya dan pembuangan air (rawa, danau dan
bendungan).
3.
Tipe tanah menentukan
kesuburan wilayah, tanah berkapur melahirkan daerah dengan penduduk miskin dan
kurang gizi. Tanah yang subur mendasari
kepadatan penduduk yang membawa berbagai masalah pula.
4.
Kontak dengan lautan yang
penting.
5.
Jenis flora fauna,
mempengaruhi kegiatan perekonomian manusia.
6.
Kondisi air menentukan dapat
tidaknya wilayah dihuni dengan baik sehingga merupakan kunci bagi lahirnya
peradaban manusia.
7.
Sumber-sumber mineral
mempengaruhi dan mendorong perdagangan.
Menurut Bintarto dan Surostopo
Hadisumarno (1991:12) dalam bukunya “Metode Analisis Geografi”, mereka menyebutkan
tiga pendekatan atau analisis yang di gunakan dalam mempelajari geografi yaitu:
1) pendekatan keruangan; 2) pendekatan kompleks wilayah; dan 3) pendekatan ekologi.
a)
Pendekatan
Keruangan
Pendekatan keruangan atau
analisis keruangan mempelajari perbedaan lokasi mengenai sifat-sifat penting
atau seri sifat-sifat penting. Dengan kata lain dapat diutarakan bahwa dalam analisis
keruangan yang harus diperhatikan adalah penyebaran penggunaan ruang yang telah
ada dan penyediaan ruang yang akan digunakan untuk berbagai kegunaan yang dirancangkan.
b)
Pendekatan
Kompleks Wilayah
Kombinasi antara analisis keruangan dan analis ekologi merupakan
analisis kompleks wilayah. Pada analisis ini wilayah-wilayah tertentu didekati
atau dihampiri dengan pengertian areal differentiation, yaitu suatu
anggapan bahwa interaksi antar wilayah akan berkembang karena pada hakekatnya
suatu wilayah berbeda dengan wilayah yang lain. Dalam pendekatan ini perlu diperhatikan
pula mengenai penyebaran fenomena tertentu (analisis keruangan) dan interaksi
antar variabel manusia dengan lingkungannya untuk kemudian dipelajari kaitannya
(analisis ekologi).
c)
Pendekatan Ekologi
Ekologi merupakan studi
mengenai hubungan antara organisme hidup dengan lingkungannya. Pendekatan
ekologi dapat digambarkan sebagai hubungan timbal balik antara organisme dengan
lingkungannnya.
Pendekatan ekologi yang dipakai dalam kajian geografi berbeda dengan pendekatan ekologi yang dipakai
dalam kajian ilmu biologi, hal ini karena fokus kajian geografi bersifat human
oriented, dengan demikian interelasi antara manusia/kegiatan dengan lingkungannya
menjadi topik utama dalam ilmu geografi. Berdasarkan inventarisasi penelitian
yang ada dapat dipahami bahwa pendekatan ekologi dalam geografi mempunyai empat
tema analisis yaitu:
1)
Human
Behaviour-Environment Analysis
Temaanalisis ini mempunyai fokus
kajian pada perilaku manusia terhadap lingkungannya.
2)
Phsyco
Artificial Features-Environment Analysis
Tema analisis ini
menekankan pada lingkungan fisikal yang terjadi sebagai akibat dari aktivitas
manusia (hasil budaya manusia) dengan lingkungannya.Dinamika yang terdapat
dalam lingkungan sosial dapat menimbulkan perubahan gagasan manusia sehingga
dapat menimbulkan penyesuaian dan pembaharuan sikap dan tindakan terhadap
lingkungan tempat manusia itu hidup.
3)
Human
Activity-Environment Analysis
Tema analisis ini fokus
kajiannya terletak pada kegiatan manusia hubungannya dengan lingkungan sekitar
kehidupan manusia.
4)
Phsyco
Natural Features-Environment Analysis
Tema analisis ini
menekankan pada keterkaitan antara kenampakan-kenampakan fisikal alami dengan
elemen-elemen lingkungnnya.
Di sisi lain lingkungan fisikal tempat manusia tinggal dapat
mengalami perubahan bentuk dan fungsi yang disebabkan oleh campur tangan
manusia (Sabari, 2004:9).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar